Tuberkulosis (TB): Mengenali Gejala, Penularan, dan Pentingnya Pengobatan Tuntas - PKM Nongkojajar | Kabupaten Pasuruan Kabupaten Pasuruan

Tuberkulosis (TB): Mengenali Gejala, Penularan, dan Pentingnya Pengobatan Tuntas

0x dibaca    2025-11-14 08:00:00    Administrator

202511/19-6916b4e20f7df.jpg
Tuberkulosis (TB) atau TBC adalah salah satu penyakit menular kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, TB dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh, meskipun paru-paru menjadi lokasi yang paling umum.
Pemerintah Indonesia menaruh perhatian serius pada penyakit ini, menjamin ketersediaan obat dan layanan pengobatan gratis hingga tuntas bagi seluruh pasien, sebagai bagian dari upaya nasional untuk mencapai eliminasi TB pada tahun 2030.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala TB dapat bervariasi tergantung pada organ yang terinfeksi, tetapi gejala umum yang paling sering terjadi pada TB paru meliputi:
  • Batuk kronis: Berlangsung selama lebih dari dua minggu, bisa disertai dahak atau darah.
  • Demam: Terutama demam ringan yang hilang timbul, seringkali terasa di malam hari.
  • Keringat malam: Berkeringat berlebihan di malam hari tanpa aktivitas yang jelas.
  • Penurunan berat badan: Penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas dan penurunan nafsu makan.
  • Kelemahan atau kelelahan.
  • Nyeri dada dan sesak napas pada kasus yang lebih parah.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami kombinasi gejala-gejala ini, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Bagaimana TB Menular?
Bakteri TB menyebar melalui udara (droplet) ketika penderita TB aktif batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Bakteri yang keluar bersama droplet ini kemudian terhirup oleh orang lain. Meskipun menular, penularan TB tidak semudah flu; biasanya terjadi pada orang yang melakukan kontak erat dalam waktu lama, seperti anggota keluarga yang tinggal serumah, atau orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Pengobatan TB: Kunci Kesembuhan Ada pada Ketuntasan
Kabar baiknya, TB adalah penyakit yang dapat diobati dan disembuhkan sepenuhnya jika ditangani dengan baik, tepat, dan tuntas. Pemerintah menyediakan pengobatan TB secara gratis melalui fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit pemerintah maupun swasta yang menerapkan sistem TB DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course).
Pengobatan TB membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membunuh semua kuman bakteri secara tuntas. Durasi pengobatan standar untuk TB paru umumnya adalah minimal 6 bulan, melibatkan kombinasi beberapa jenis Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang dosisnya disesuaikan oleh dokter. Untuk kasus TB di luar paru-paru (ekstra paru) atau TB resisten obat (TB MDR), durasi pengobatan bisa lebih lama, mencapai 9-18 bulan atau lebih.
Kepatuhan minum obat adalah faktor krusial dalam keberhasilan pengobatan. Pasien mungkin mulai merasa lebih sehat hanya dalam beberapa minggu, tetapi menghentikan pengobatan tanpa izin dokter adalah kesalahan fatal. Ketidakdisiplinan ini dapat menyebabkan kekambuhan dan yang lebih berbahaya, membuat bakteri menjadi resisten terhadap obat (TB MDR), yang memerlukan pengobatan yang lebih kompleks dan mahal.

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini