Pasuruan - Upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya Keluarga Berencana (KB) terus digencarkan oleh Puskesmas Nongkojajar melalui kegiatan Safari Edukasi KB. Program ini dipimpin langsung oleh Bidan Koordinator UOBF Puskesmas Nongkojajar, bekerja sama dengan bidan desa di delapan desa wilayah kerja puskesmas.
Safari edukasi ini dilakukan secara keliling dari satu desa ke desa lainnya, dengan tujuan memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi yang aman, serta peran KB dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.
Dalam setiap kunjungan, tim kesehatan memberikan penyuluhan, konsultasi langsung, hingga pelayanan KB bagi pasangan usia subur. Masyarakat juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan kekhawatiran terkait alat kontrasepsi maupun isu kesehatan reproduksi.
Bidan Koordinator UOBF Puskesmas Nongkojajar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen tenaga kesehatan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kesadaran ber-KB menjadi kunci pengendalian jumlah kelahiran dan peningkatan kesehatan ibu serta anak.
"Melalui Safari Edukasi KB ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat, terutama pasangan usia subur, mendapatkan informasi yang benar, lengkap, dan mudah dipahami. Harapannya, masyarakat lebih sadar bahwa program KB bukan hanya soal menunda atau mencegah kehamilan, tetapi juga tentang merencanakan masa depan keluarga," ujarnya.
Para bidan desa turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari mobilisasi peserta, pendampingan penyuluhan, hingga pemberian layanan KB. Kehadiran mereka dianggap penting karena lebih mengenal kondisi sosial masyarakat di masing-masing desa.
Masyarakat di setiap desa terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan metode kontrasepsi yang paling sesuai untuk mereka.
Dengan terselenggaranya Safari Edukasi KB keliling 8 desa ini, Puskesmas Nongkojajar berharap angka partisipasi KB meningkat, sekaligus membantu menekan kasus kehamilan berisiko serta memperkuat kualitas kesehatan keluarga di wilayah Nongkojajar.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini